PBB Bakal Deklarasi Dukung Prabowo Akhir Juli
DETIKMERDEKA.COM- Partai Bulan Bintang (PBB) akhirnya menjatuhkan arah dukungannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) di Pilpres 2024 nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor.
Seperti dilansir dari laman mypresident.id, pada Senin, (10/7/2023), Afriansyah mengatakan partainya akan mendukung nama Prabowo Subianto sebagai Capres RI 2024. “Benar. PBB akan dukung Prabowo,” katanya.
Menurut Afriansyah, dukungan PBB kepada Prabowo berdasarkan komunikasi yang telah terjalin antara PBB dan Partai Gerindra. Selain itu, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga cukup intens berkomunikasi.
Selain itu, Prabowo juga dinilai sebagai sosok yang sangat loyal terhadap NKRI dan punya kompetensi memimpin Indonesia serta mampu melanjutkan program-program Presiden Jokowi.
“Prabowo sosok pemimpin yang bertanggungjawab loyal, setia terhadap NKRI dan bisa meneruskan program Jokowi,” ujar dia.
Oleh karena itu, PBB, katanya, akan segera melakukan deklarasi dalam waktu dekat. Diperkirakan deklarasi akan digelar akhir Juli ini.
Sebelumnya, pada 6 April 2023 yang lalu Ketum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra sempat melakukan pertemuan di Jalan Kertanegara, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, mereka saling bertukar pikiran dan membahas beberapa hal menjelang Pemilu 2024 yang akan datang. Salah satunya mengenai kemungkinan pembentukan koalisi besar.
Sosok Prabowo di mata Yusril
Yusril Ihza Mahendra juga sempat mengungkapkan sosok pemimpin idamannya di Pilpres 2024 nanti. Pemimpin idamannya itu haruslah orang yang memiliki segudang pengalaman, baik secara pemerintahan maupun tantangan yang dihadapi di masa lalu.
Capres idaman itu, jatuh kepada nama Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo adalah Capres yang memiliki segudang pengalaman tersebut.
Dilansir dari tribunnews.com (8/7/2023), menurut Yusril, Prabowo sangat tepat jika menjadi Presiden RI 2024. “Kalau misalnya ke depan ini katakanlah Pak Prabowo yang menjadi presiden, saya kira lebih tepat,” katanya.
Selain itu, Prabowo memiliki nilai plus karena pernah memimpin Kementerian Pertahanan dengan baik. Pengalaman inilah yang membuat Prabowo menjadi sosok pemimpin ideal di masa depan.
“Dan juga seperti yang saya katakan, beliau menghadapi pengalaman juga pernah dituduh sebagai pelanggar HAM oleh Amerika Serikat,” ujar Yusril.
“Bagaimana seseorang menjadi pemimpin ketika ditempa oleh pengalaman menghadapi tantangan, tekanan-tekanan internasional yang cukup berat,” sambung dia.
“Saya pikir mestinya (presiden harus) orang yang teruji ketika menghadapi krisis,” tegasnya.












