Diskusi Kebangsaan GMPK, Irhas Abdul Hadi : Kesadaran politik merupakan bagian dari upaya demokratisasi
Tangsel, PORDES- Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) Kota Tangerang Selatan mengadakan diskusi Kebangsaan dengan tema Peran Generasi Milenial Dalam Dinamika Politik” yang berlangsung di sekretariat kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Kamis (22/6/23)
Hujaifa selaku ketua pelaksana kegiatan dalam sambutannya mengatakan suatu peran dan tugas serta tanggung jawab generasi milenial adalah sebagai putra bangsa dalam menjalankan tahapan dinamika politik
” Bahwa peserta diskusi kebangsaan diharapkan untuk terus memupuk kepedulian terhadap keadaan sosial, mengasah ketajaman berfikirnya, mengembangkan keterampilan karyanya,” kata Hujaifa
Masih kata Hujaifah, generasi milenial harus terus menumbuhkan semangatnya dalam mewujudkan perubahan-perubahan untuk kemajuan bangsa serta terciptanya kehidupan masyarakat yang adil dan makmur sesuai amanat Undang-undang Dasar 1945, untuk turun peran aktif berdinamika Politik.
Sementara Ketua Harian GMPK Wilfridus Yons Ebit, menyampaikan GMPK adalah wadah yang menampung mahasiswa dan pelajar untuk berproses dan saling bertukar ilmu dan pengetahuan antar pelajar dan mahasiswa demi menumbuhkan kepedulian terhadap perubahan dan kemajuan bangsa
” Tantangan sekarang mengubah pemilih dari pemilih emosional ke pemilih rasional (pemilih memilih berdasarkan rekam jejak calon). Dimana generasi Zilenial atau Gen Z diharapkan menjadi pelopor mengubah pemilih emosional ke pemilih rasional, suatu tantangan yang berat,” tandas pria yang akrab di sapa Ebit
Irhas Abdul Hadi seorang penggiat literasi asal Kota Tangerang Selatan, mengungkapkan kepeduliannya terhadap sosial dan masyarakat di sekitar Kota Tangerang Selatan mampu memberikan perubahan yang baik untuk kehidupan bermasyarakat, terciptanya interaksi sosial yang aktif melalui kegiatan kegiatan literasi dan santunan

Diskusi Kebangsaan membahas pembangunan politik yang dikembangkan di era reformasi dalam arti penataan kehidupan politik demokratis berlandaskan pada Pancasila dan UUD 45. Diharapkan situasi politik seharusnya lebih baik dari waktu – ke waktu.
” Kesadaran politik merupakan bagian dari upaya demokratisasi, contoh terselenggaranya pemilu dengan keikutsertaan masyarakat merupakan agenda rutin setiap 5 tahun sekali,” cetus Irhas Abdul Hadi
Hasil dari pemilu itulah terbentuknya pemerintahan karena dalam negara demokrasi Pemerintah itu berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Peran generasi Z (Milenial) sangat strategis dalam upaya membangun demokrasi sehat di Indonesia.
” Sejarah mencatat peran Pemuda dalam memberikan perubahan pada masa Orde Lama, Orde Baru dan masa Orde Reformasi yang sedang dijalani sekarang ini” imbuhnya
Tantangan pemilu pada era sekarang oleh para ahli disebut dengan era Post Truth masa, di mana penggunaan akal yang melandasi kebenaran dan pengamatan fakta sebagai basis pengukuran obyektifitas seakan-akan tidak penting dalam mempengaruhi opini, pemikiran maupun perilaku publik.
Dalam rentang masa kini, orang mempengaruhi publik dengan cara menomorsatukan sensasionalitas dan mengedepankan emosionalitas (Haryatmoko, 2018)
Di mana pada pemilu pertama di era reformasi terasa sekali para pemilih lebih memilih kepada calon berdasarkan pada ketokohan dan keterkenalan calon tersebut.

Acara di mulai sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Wilfridus Yons Ebit ketua harian DPP GMPK, Irhas Abdul Hadi pegiat sosial asal Kota Tangerang Selatan dengan dipandu oleh Neldys Efrin sebagai moderator
Peserta Diskusi terdiri dari sebagian mahasiswa dengan jumlah 20 Orang dari berbagai Perguruan Tinggi Kota Tangerang Selatan ditambah dengan Sebagian Pemuda dari berbagai sekolah juga sekitar Kota Tangerang Selatan dengan jumlah peserta sejumlah 25 orang





