DPP: PAN Cenderung Merapat ke Gerindra

DPP: PAN Cenderung Merapat ke Gerindra

DETIKMERDEKA.COM- Ketua DPP PAN Saleh Daulay menyatakan, saat ini pihaknya lebih condong untuk mendukung Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Meski demikian, Saleh menyebut peluang merapat ke PDIP masih terbuka.

“PAN cenderung ke Gerindra meskipun begitu terbuka peluang ke Ganjar supaya masih mengalir,” ujar Saleh, seperti dilansir dari laman liputan6.com, pada Sabtu (17/6/23)

Menurut Saleh, PAN masih terus melakukan penjajakan tidak hanya dengan Prabowo dan Ganjar melainkan juga ke Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

“Ini masih ada penjajakan di banyak tempat. Jangan lupa opsi untuk Airlangga, Zulkifli Hasan masih terbuka juga kan masih ada juga,” ujar Saleh.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada pekan (2/6/2023) lalu

PDIP dan PAN membahas kerja sama partai terkait Pemilu 2024. Rombongan DPP PAN disambut oleh jajaran petinggi PDIP di lobi gedung.

Zulkifli Hasan bersama rombongan tampak disambut oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Bambang Wuryanto.

Zulkifli Hasan didampingi Sekjen PAN Edi Soeparno bersama jajaran DPP PAN antara lain Bendahara Umum Totok Daryanto, tiga Waketum Asman Abnur, Viva Yoga Mauladi, Yandri Susanto, lalu Ketua DPP Desy Ratnasari dan Saleh P. Daulay, serta Eko Patrio.

Dari jajaran PDIP hadir langsung Bacapres Ganjar Pranowo, Ketua DPP Puan Maharani, dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Partai Amanat Nasional (PAN) tetap ngotot mencalonkan Erick Thohir sebagai calon wakil presiden, terlepas siapapun calon presidennya.

“Istilahnya, apa pun makanannya, minumannya teh. Siapa pun capresnya, cawapresnya mas Erick Thohir,” kata Juru bicara Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi di Jakarta, Jumat (16/6/2023).

Menurut Viva, Erick Thohir adalah orang yang tepat untuk menjadi cawapres karena dia memenuhi syarat.

Ia menambahkan, penentuan nama calon wakil presiden tidak boleh berdasarkan jumlah kursi di DPR karena pemilihan langsung rakyat diukur dari karakter standing bukan jumlah kursi.

Jadi, kata Viva, karakter cawapres harus bisa memberikan insentif elektoral tambahan kepada calon presiden untuk memperbesar peluang memenangkan pilpres.  

“Dengan elektabilitas Mas Erick Thohir yang tertinggi sebagai cawapres, maka akan menjadi modal sosial dan politik untuk menjadi salah satu figur yang menjadi prioritas untuk dipertimbangkan oleh seluruh calon presiden dari partai koalisi pemerintah, apakah itu Mas Ganjar Pranowo atau Pak Prabowo Subianto,” jelas Viva.

“Jika tetap kompak, ya bersama PPP dalam satu pilihan yang sama. Jika dirasakan tidak bisa bersatu, maka minimal antara PAN dan Golkar tetap dalam satu pilihan yang sama,” kata Viva.

Ia mengatakan, posisi PAN dalam pencalonan presiden akan diumumkan oleh Ketum PAN Zulkifli Hasan sesuai Rakernas tahun 2020.