Menhan Prabowo Tegaskan Indonesia Bakal Hilirisasi, Lanjutkan Program Strategis Jokowi
DETIKMERDEKA.COM- Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, menilai Indonesia salah satu negara yang mampu bertahan di tengah-tengah gempuran krisis ekonomi akibat Covid-19 beberapa tahun yang lalu.
Hal tersebut di ungkapkannya usai bertemu dengan sejumlah Purnawirawan Polri di Gedung Tribata Polri Jakarta Selatan, pada Senin 15 Mei 2023
Bahkan, cetus Prabowo, kemampuan Indonesia dalam mengatasi gempuran Pandemi Covid-19 diakui oleh badan-badan internasional
“Pertumbuhan kita di atas 3,5 persen. Inflasi kita masih single digit, di banyak negara sudah puluhan persen,” kata Prabowo seperti dilansir dari laman mypresident.id, Rabu (17/5/23)
Hal ini, kata Prabowo, harus menjadi satu kesyukuran tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.
“Jadi ini saya kira sebagai bangsa kita patut menyadari dan bersyukur,” terang Prabowo.
Oleh karena itu, jelas Prabowo, untuk menjadi negara maju, Indonesia harus merealisasikan program hilirisasi yang merupakan program strategis Presiden Jokowi. Sebab, kata Prabowo, hilirisasi menjadi kunci strategis agar Indonesia bisa menjadi negara maju, makmur dan sejahtera.
Menurutnya, program hilirisasi ini akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi anak-anak bangsa Indonesia sendiri. Meskipun katanya, banyak negara-negara lain yang tak suka dengan program hilirisasi yang akan direalisasikan oleh pemerintah Indonesia.
“Masa kita hanya rela bahan baku kita diambil mentah terus? Nggak mau dong? Kita mau tiap orang di Indonesia, anak-anak kita kalian-kalian saudara-saudaraku, adik-adikku harus nanti bisa bekerja dengan baik, dengan gaji yang layak seperti negara maju,” tegas Prabowo.
“Hilirisasi ini bukan tanpa risiko bagi kita. Karena banyak mungkin bangsa-bangsa lain mungkin yang nggak suka kita mau hilirisasi,” bebernya
Gagasan Hilirisasi ada di buku “Paradoks Indonesia” Prabowo
Program hilirisasi yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, sebetulnya sudah lama juga menjadi keresahan Menhan Prabowo, agar Indonesia bisa menjadi negara kaya raya, makmur dan sejahtera. Hal tersebut, sudah tertuang dalam bukunya “Paradoks Indonesia”.
Menhan Prabowo ingin suatu saat nanti, kekayaan alam Indonesia bisa dikelola oleh anak-anak bangsa sendiri, bukan dikelola oleh negara-negara lain.
“Kekayaan alam Indonesia harus diolah di Indonesia. Kenapa? Karena kita bisa tambah pendapatan negara dari mengelola kekayaan alam kita sekarang banyak kita jual mentah. Karena mentah, karena belum diolah, kita jual murah. Kita kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nilai tambah dari bahan alam kita,” ucap Prabowo.
“Sebagai contoh, konsentrat tembaga. Pada tahun 2015 lalu kita ekspor konsentrat sekitar 3 juta ton dengan harga USD 1.499 per ton. Dari ekspor ini kita dapat USD 4,5 miliar. Padahal jika kita olah di dalam negeri jadi tembaga, emas, perak, asal sulfat dan slag, kita bisa dapat USD 8,1 miliar. Kita hilang kesempatan dapat nilai tambah USD 3,6 miliar, sekitar Rp 46,8 triliun setiap tahun,” tuturnya
“Ini masalah besar, tapi juga kesempatan besar. Sudah kita biaran keuntungan ekspor kita hilang, kita juga tidak mau olah sumber daya alam kita. Kalau kita olah di dalam negeri, kita bisa menjadi negara sangat kaya. Kita akan menjadi negara mungkin keenam terkaya di dunia,” pungkas Prabowo.





