Bukan Pencitraan, Ini Faktor Elektabilitas Prabowo Bertengger di Puncak
DETIKMERDEKA.COM- Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto kini menempati puncak elektabilitas sebagai Capres RI 2024.
Hal ini terlihat dari hasil survei LSI (Lembaga Survei Indonesia) yang dilakukan pada 31 Maret hingga 4 April 2023.
Dalam survei ini, Menhan Prabowo Subianto berada di puncak dengan meraih angka sebesar 30,3 persen. Sedangkan dua kandidat lainnya yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebesar 26,9 persen dan Anies Baswedan sebesar 25,3 persen.
Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengaku untuk pertama kalinya survei LSI menempatkan Capres Prabowo Subianto di posisi teratas dalam satu tahun terakhir seperti dikutip dari laman mypresident.id, Jumat (14/4/23)
Salah satu faktor yang menentukan naiknya elektabilitas Prabowo di survei LSI ini adalah endorsement dari Presiden Jokowi. Tak hanya sekali, Presiden Jokowi seolah memberikan restu dan dukungannya kepada Prabowo untuk maju sebagai Capres RI 2024.
Misalnya dalam acara ulang tahun Partai Perindo November lalu. Presiden Jokowi menyinggung soal dirinya yang kerap memenangkan Pemilu. Seperti di 2014 dan 2019 yang lalu. Jokowi tak pernah kalah sekali pun dalam Pemilu. Namun di 2024 ini, katanya, giliran jatahnya Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto.
Sontak Prabowo yang duduk di antara para pejabat lainnya itu pun langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Presiden Jokowi. Sikap itu, kemudian disambut meriah dengan tepuk tangan oleh para tamu undangan yang hadir.
Tak hanya itu, kunjungan kerja yang dilakukan Presiden Jokowi pun selalu terlihat bersama Prabowo. Seperti kunjungannya ke Jawa Tengah, saat meninjau panen raya di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah.
Di sana, terlihat Jokowi tak hanya mendukung Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP, namun juga memberi restu kepada Prabowo. Ketiganya bahkan berswafoto bersama. Sontak, foto yang diunggah di media sosial itu pun kemudian menjadi viral. Bahkan banyak warganet Indonesia yang memasangkan Prabowo-Ganjar maju di Pilpres 2024.
“Itukan sinyal yang jelas bahwa Jokowi mendukung atau memberikan endorsement kepada Prabowo,” kata Djayadi.
Namun pertanyaannya, apakah tingginya elektabilitas Prabowo saat ini hanya karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi? Tentu saja tidak. Sebetulnya, banyak faktor dan alasan mengapa elektabilitas Prabowo mendapat dukungan dan kian membuncah.
Kuatnya dukungan terhadap Prabowo Subianto sebetulnya juga disebabkan kinerjanya sebagai Menhan RI. Dalam hampir lima tahun masa tugasnya sebagai Menhan, Prabowo banyak membuat kebijakan dalam pertahanan RI seperti modernisasi alutsista, membuat program kerja pertahanan RI hingga 25 tahu ke depan dll.
Bahkan Presiden Jokowi sendiri mengakui kinerja Prabowo di bidang pertahanan. Oleh karena itu, Jokowi menapik jika tingginya elektabilitas Prabowo itu karena dirinya, tapi karena Prabowo sendiri dan Partai Gerindra. “Saya pikir naiknya elektabilitas beliau bukan karena saya, beliau sendiri dan Gerindra,” kata Jokowi di Kantor DPP Partai PAN beberapa waktu lalu.
Kerja Prabowo memang dalam senyap, namun banyak membuahkan hasil maksimal. Itu lah ciri khas kepemimpinan Prabowo. Tak banyak pencitraan, fokus menyelesaikan tugas-tugasnya sebagai Menhan RI.
Selain itu, pola mengambil isu yang kerap dimainkan Gerindra dan Prabowo juga menjadi faktor pendorong Prabowo mendapat banyak dukungan. Dalam menanggapi isu, Prabowo selalu berhati-hati dan bijak dalam membuat pernyataan. Seperti menanggapi isu pembatalan World Cup U-20 di Indonesia.
Hal ini tentu berbeda dengan Ganjar yang langsung membuat pernyataan usai tahu kedatangan Timnas Israel ke Indonesia. Akibatnya, Ganjar menapat trend yang negatif karena dianggap terlibat dalam pembatalan Piala Dunia U-20 yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan memakan banyak dana.
Apalagi steatmentnya itu didasarkan kepada perintah Ketum PDIP, Megawati Soekarno Puteri. Yang seharusnya tidak boleh mendikte pejabat eksekutif, apalagi dia adalah seorang Capres. “Itu menurunkan elektabilitas Ganjar di satu sisi, dan di sisi lain menaikkan elektabilitas Prabowo,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan.



















