Peneliti CSIS: Prabowo Potensial Diusung Koalisi Besar
DETIKMERDEKA.COM- Prabowo Subianto nampaknya menjadi interest tersendiri bagi partai politik (parpol) lain menjelang kontestasi Pilpres 2024. Pasalnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu digadang-gadangkan sebagai Capres potensial memenangkan kostestasi pemilihan presiden tahun 2024
Selain memiliki citra yang baik, Prabowo juga dipandang sebagai menteri terbaik dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dengan segudang prestasi. Tak heran, Prabowo belakangan sering diajak Presiden Jokowi untuk melakukan kunjungan kerja bersama
Menjelang Pemilu 2024, setidaknya saat ini, terdapat poros-poros politik dalam bentuk koalisi parpol menuju kemenangan pemilu. Poros tersebut terbagi menjadi 3 bagian dan diantaranya yakni, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), dan Koalisi Perubahan
Bahkan saat ini muncul wacana terbentuknya koalisi baru atau lebih dikenal dengan sebutan Koalisi Besar. Koalisi ini muncul setelah pertemuan 5 ketum parpol bersama Presiden Jokowi yaitu Ketum PAN, Golkar, Gerindra, PKB, PPP pada pekan lalu di kantor DPP PAN di Jakarta
Dikutip dari laman mypresident.id, Rabu (12/4/23). Peneliti CSIS (Centre for Strategic and International Studies), Arya Fernandez menyebut Koalisi Besar bisa menjadi solusi atas terjadinya “deadlock” penentuan Capres dan Cawapres di KIB dan KIR
Menurutnya Koalisi ini nantinya akan memberikan titik temu dalam penentuan Capres dan Cawapres potensial di Pilpres 2024 yang akan datang ini. Sebab, katanya, di Koalisi Besar ada figur Presiden Jokowi.
“Jadi penting karena beliau menjadi semacam perekat, mempertemukan kepentingan partai yang berbeda. Dia bisa jadi jangkar politik,” kata Arya
Adapun mengenai ambiguisitas PDIP sampai saat ini, Arya mengatakan bahwa ada dua kemungkinan bagi PDIP; bergabung ke Koalisi Besar atau membuat poros sendiri. Namun, hingga saat ini, PDIP masih bersikeras jika Capresnya ingin dan harus dari kadernya sendiri
“Tapi kalau koalisi besar enggak bisa menerima, capres harus dari salah satu kader di lima partai itu, maka PDIP bisa akan melakukan lobi-lobi ke salah satu partai ditarik keluar oleh PDIP,” katanya.
Hal ini, tentu saja kurang bisa diterima oleh Koalisi Besar. Pasalnya, koalisi ini nampaknya tetap akan mengusung Prabowo sebagai Capres. Sebab, jika melihat dari berbagai survei terkini, nama Prabowo Subianto menjadi salah satu Capres dengan elektabilitas yang menjanjikan.






